Ketua Golkar : Caleg Harus Mandiri
Jakarta - Pemilu dengan suara terbanyak cukup menguras kantong calon legislatif (caleg) Partai Golkar. Kampanye yang cukup lama juga kian membuat caleg letoy. Bantuan dari DPP Golkar pun diharapkan.
Namun menurut Ketua DPP Partai Golkar Burhanudin Napitupulu, caleg harus mandiri karena memang tidak ada dana bantuan untuk kampanye caleg.
"Mau tidak mau, seharusnya caleg mandiri semua," kata Burhan kepada, Selasa (3/2/2009).
Burhan mengungkapkan bahwa dalam tubuh Golkar belum ada laporan mengenai caleg yang menyerah dan tidak mampu membiayai kampanye. Menurutnya seseorang yang maju caleg harus mempersiapkan dengan baik karena keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan suara terbanyak cukup merepotkan caleg.
"Apalagi dengan suara terbanyak, kita harus jor-joran, ya sosialisasi, ya atribut, ya kontak dengan masyarakat," tambah Burhan
Menurut Burhan, DPP Golkar tidak menganggarkan dana khusus untuk caleg. DPP Golkar baru mengalokasikan anggaran untuk kampanye terbuka yang dimulai tanggal 16 Maret 2009.
"Kalau harus membiayai orang-per orang kan tidak mungkin, caleg ada puluhan ribu," pungkasnya.
Perjuangan caleg di Pemilu 2009 semakin berat, tidak hanya bertarung dengan caleg partai lain tapi mereka juga bertarung dalam "selimut". Masa kampanye yang tinggal tersisa sekitar 2 bulan lagi membuat tak sedikit caleg kehabisan dana untuk memodali kampanyenya.
