Srikandi PKNU Dapil VII

Henny Purwaningsih. Perempuan yang dikenal cukup giat dalam berbagai organisasi kemasyarakat ini dicalonkan PKNU sebagai anggota DPRD Jatim.

Dari Model ke Caleg PBR

Dari model, Pungky Sukmawati kini dicalonkan PBR menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Surabaya & Sidoarjo.

Masruroh Wahid dari Guru Hingga Senayan

Dra Hj Masruroh Wahid, M.SI. Karir politiknya melejit. Ketua PW Muslimat NU Jatim periode 2005-2010 ini dicalonkan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan 8 Jawa Timur nomor urut 1.

Darwis: PR Gus Dur untuk PKB Sumenep

Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sumenep Darwis Mazar menyakini suara warga Sumenep tetap kompak. Pemilu ini ditargetnya mendapat 30 kursi.

Drs. H. Fathorrosjid, MSi.

Drs. H. Fathorrosjid, MSi. Calon Legislatif dari PKNU untuk DPR RI Nomor Urut 1 Dari Daerah Pemilihan  3 Jawa Timur  (Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi).
 

Imam Nahrawi: Kalau Percaya Pilih Saya, Jika Tidak Pilihlah PKB!

Imam Nahrawi, SAg. Dia adalah Ketua PKB Jatim yang pada Pemilu 2009 kembali dicalonkan partainya untuk DPR RI. Bapak beranak tiga yang maju nomor urut 2 untuk daerah pemilihan Jatim I ini optimis PKB akan tetap mendapat kepercayaan dari rakyat.

Tunggu Apa Lagi?

Halaman ini diperuntukan bagi para calon legislatif (caleg) yang ingin menyampaikan program atau visi misi serta beragam kegiatannya. Bagi yang berminat bisa menghubungi 03171107264

Sabtu, 22 November 2008 11:54:36 WIB
Pemilu 2009

Ketenaran Untungkan Artis yang Nyaleg

Reporter : Susilowati | PilihSaja.Net

Jakarta - Kepopuleran sebagai artis, bagi sebagian selebritas Tanah Air, yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg), jelas membawa keuntungan tersendiri. 

Dari ketenarannya itu, diharapkan bisa memuluskan mereka meraih banyak suara pada proses pemilu tahun mendatang.  Bintang sinetron dan iklan Marini Zumarnis, mengamini hal itu.

Menurut caleg dari PAN daerah pilihan Jawa Barat 5, Bogor tersebut, status pesohor yang melekat pada dirinya adalah anugrah untuk menjaring suara pada pemilu mendatang.

 "Kalau artis itu kita dapat bonus dari Allah sebagai publik figur untuk berkampanye," katanya saat ditemui di kawasan Graha Niaga, Jakarta Selatan, baru-baru ini seperti dilansir Indonesia Memilih.

Dengan statusnya tersebut, Marini merasa lebih dimudahkan untuk melakukan kampanye. "Respon masyarakat sangat antusias. Itulah kelebihan seorang artis sehingga mendapatkan sedikit kemudahan untuk berkampanye," ujarnya.

Kalaupun ada sebagian masyarakat yang menganggap para caleg dari kalangan selebritas lebih mengandalkan ketenaran, Marini menganggap hal itu adalah sesuatu yang wajar.  "Sebetulnya itu hanya asumsi masyarakat tapi kita harus benar-benar tanggung jawab. Kalau artis itu hanya sebuah profesi, tapi  kalau jadi caleg itu, harus berawal dari niat yang berhati baik dan antikorupsi," paparnya.

Sejauh ini, Marini mengaku sudah mulai menyiapkan ancang-ancang untuk meraih suaranya di ajang pemilu nanti. Sejak beberapa pekan ini, ia getol  melakukan kampanye di sejumlah wilayah. Dalam sepekan, katanya, ia bisa melakukan tiga hingga empat kampanye, "karena saya harus memperebutkan sepuluh kursi," ungkap Marini.

Meski begitu, ia mengaku senang menjalani kampanye. "Yang berkesan kita bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di lokasi syuting saya memang artis, tapi di luar saya ibu rumah tangga biasa," ujar Marini yang mengaku, sehabis kampanye kerap diberi oleh-oleh umbi-umbian, seperti singkong bahkan tape.


Baca Juga