Dari Model ke Caleg PBR
Hj. Pungky Sukmawati, S.S., S.E., lahir di Singaraja, Bali 11 Februari 1974. Selepas lulus SMAN 2 Surabaya, Pungky melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair Surabaya dengan masuk Jurusan Sastra
Indonesia.
Saat itu, Fakultas Sastra belum terbentuk sehingga masih harus menginduk di FISIP seperti halnya Jurusan Psikologi. Jadi, meski menyandang gelar Sarjana Sastra (S.S.) dengan spesifikasi Ilmu Linguistik namun label Ijazah-nya adalah FISIP.
Beberapa tahun kemudian setelah wisuda, Jurusan Sastra yang menginduk di FISIP itu kemudian berdiri sendiri menjadi Fakultas Sastra. Dalam perkembangannya, Fakultas Sastra itu kini berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Gandrung di dunia sastra tidak lantas serta merta Pungky menjadi seniman atau penulis atau dosen seperti kawan-kawan seangkatannya, angkatan 1991. Ia justru dapat pekerjaan di luar jalur ilmu yang ditekuninya.
Pungky mendapat tempat di 'Securities Company'. Di sana ia menjadi broker dealer, -sebuah pekerjaan yang penuh tantangan-.
Lantaran tuntutan profesi, maka Pungky kembali masuk bangku kuliah dengan menempuh studi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI).
Hingga akhirnya ia meraih gelar S.E. di universitas tersebut.
Saat masih bergelut dengan ilmu sastra dan ilmu-ilmu linguistik, Pungky tak hanya berkutat dengan teori. Ia juga terjun langsung di berbagai pembacaan puisi dan bermain teater/drama. Sempat juga aktif di dunia radio dengan menjadi penyiar di Radio EBS FM.
Mengasuh acara gaya hidup anak muda metrolpolis. Untuk teater bahkan ia tak segan bermain ludruk dengan seniman-seniman ludruk profesional. Rela pula tidak mendapat honor saat diundang pentas dari panggung ke panggung. Stasiun KA Pasar Turi adalah salah satu tempat paling berkesan saat dirinya bermain ludruk, karena berhasil menggaet penonton ribuan orang.
Di luar aktivitas baca puisi, teater, dan ludruk Pungky ternyata memiliki talenta yang cukup moncer. Ia sempat menuai prestasi membanggakan. Ia pernah menjadi Foto Model Rahardian Yamin Tahun 1990, Putri Indonesia Jatim 1992, Putri Indonesia Fotogenic Tk Nasional 1992, Putri Indonesia Runner Up 3 Tk Nasional 1992, Putri ASEAN 1993, dan Putri Ayu Jatim 1994.
Waktu bergulir. Seabrek aktivitas pun sudah dilakoninya. Tampaknya dunia pasar modal yang penuh tantangan itu tak cocok dengannya. Akhirnya, ia lebih memilih menggeluti bisnis keluarga di bidang properti. Perkenalannya dengan
orang-orang aktivis yang berserak di Jakarta membuat Pungky pada akhirnya bersentuhan dengan dunia politik.
Karirnya pun melesat seperti bintang setelah cukup berbaul atau bahkan berguru kepada "suhu" pergerakan Bang Hariman Siregar yang tokoh Malari itu. Kini Pungky menduduki tempat cukup strategis di Partai Bintang Reformasi (PBR) dengan memegang salah satu Ketua DPP yaitu di Bidang Pemberdayaan Perempuan.
Pungky kini menjadi salah satu aset penting di partai yang pernah dibidani oleh KH Zainuddin MZ tersebut. Dan ia pun dicalonkan partainya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Surabaya & Sidoarjo, Jawa Timur.
